
Komitmen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disperindag DIY) dalam mengawal pertumbuhan ekonomi kreatif kembali diwujudkan lewat Pelatihan IKM Olahan Pangan Angkatan 2. Pelatihan intensif ini diadakan di Pendopo Migunani, Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada 5–25 Mei 2026. Selama hampir tiga pekan, para pelaku industri rumahan belajar cara memodernisasi pengelolaan usaha mereka.
Acara dibuka resmi oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Industri Disperindag DIY, Asep Subagiyo, S.Kom., M.Eng. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa standardisasi adalah kunci penting untuk masuk ke pasar. Oleh karena itu, peserta tidak hanya diajarkan teknik produksi yang higienis, tetapi juga dibekali ilmu manajemen bisnis seperti branding dan pembuatan label produk. Pada hari ke 3 pelatihan, terdapat sesi penguatan motivasi dan kapasitas wirausaha yang disampaikan oleh narasumber dari DPRD DIY, Bapak Muhammad Syafi’i, S.Psi.
Didampingi oleh Instruktur Ibu Olivia Ruminda dan Asisten Instruktur Bapak Afhianto Adi Cahyo, para peserta mendapatkan materi lengkap yang mencakup tiga aspek utama:
- Keamanan Pangan: Pemahaman tentang kebersihan (higiene), sanitasi, dan penerapan standar Good Manufacturing Practices (GMP);
- Produksi dan Teknologi: Inovasi resep, teknik pengolahan pangan, cara pengemasan, hingga strategi memperpanjang masa simpan produk (shelf life);
- Manajemen Bisnis: Cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), pengelolaan produksi, serta strategi pemasaran digital.
Selain itu, peserta juga mempelajari regulasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai syarat wajib untuk mengurus izin edar resmi. Sebagai pelengkap, diadakan juga sesi evaluasi produk dan uji rasa (organoleptik) untuk memastikan kualitas rasa dan tampilan produk siap bersaing di pasar modern.
Melalui pelatihan ini, Disperindag DIY berharap dapat mencetak kelompok IKM olahan pangan di Kota Yogyakarta yang mandiri, adaptif, dan taat aturan keamanan pangan. Dengan begitu, sektor industri kreatif ini siap menjadi penggerak ekonomi daerah.
