Dukungan BPTTG Disperindag DIY dalam Transformasi Transportasi Lokal dari Betor ke Becak Listrik

By: dwi | Posted on: 04 Juni 2026

Yogyakarta, 3 Juni 2026 – Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY turut berperan aktif dalam mendukung transformasi transportasi lokal yang lebih ramah lingkungan melalui kegiatan penghancuran becak motor (bentor) yang dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan 50 unit becak listrik bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PT KAI di Halaman Layanan Uji KIR Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendorong peralihan moda transportasi dari becak motor menuju becak listrik yang lebih ramah lingkungan, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Bantuan becak listrik dari PT KAI diserahkan kepada Pemerintah Daerah DIY dan selanjutnya disalurkan melalui Dinas Perhubungan kepada para penerima manfaat yang telah terdata melalui paguyuban becak motor.

Dalam kegiatan tersebut, BPTTG Disperindag DIY dipercaya sebagai tim teknis penghancuran becak motor. Peran ini dilakukan untuk memastikan bahwa mesin dan komponen utama kendaraan yang dihancurkan tidak dapat digunakan kembali sehingga mendukung efektivitas program penghapusan bentor di wilayah Kota Yogyakarta.



Kepala BPTTG Disperindag DIY, Anton Raharja, menyampaikan bahwa keterlibatan BPTTG merupakan bentuk dukungan terhadap transformasi transportasi yang lebih berkelanjutan di Yogyakarta.

“BPTTG mendukung transformasi transportasi yang ada di Yogyakarta menuju sistem yang lebih ramah lingkungan. Sebagai unsur pemerintah daerah yang bergerak di bidang teknologi, kami berperan aktif dalam proses penghancuran becak motor dan memastikan kendaraan tersebut tidak dapat digunakan kembali sesuai tujuan program yang telah ditetapkan,” ujar Anton Raharja.

Menurutnya, kehadiran becak listrik tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan becak motor, tetapi juga memberikan alternatif transportasi yang tetap dapat mendukung aktivitas ekonomi para pengemudi becak. Oleh karena itu, proses konversi perlu didukung dengan langkah teknis yang tepat agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui keterlibatan BPTTG sebagai tim teknis, diharapkan proses transformasi transportasi lokal ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain mendukung terwujudnya Yogyakarta yang lebih hijau dan bersih, program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO melalui penataan transportasi yang lebih tertib, berkelanjutan, dan selaras dengan karakter budaya Kota Yogyakarta.

Harga Sembako