
Sleman, 14 April 2026 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) kembali melaksanakan program Sikeling (Servis Keliling) sebagai bentuk layanan langsung kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Kegiatan ini dilaksanakan di EM Surya OemahNdeso, yang berlokasi di Nglaglik Nganggrung VII, Margagung, Seyegan, Sleman. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses layanan teknis bagi pelaku usaha, khususnya dalam hal perawatan dan perbaikan mesin produksi.
Dalam pelaksanaannya, tim teknisi BPTTG memberikan berbagai layanan, antara lain perbaikan mesin, pengecekan kondisi alat, serta konsultasi teknis terkait penggunaan dan perawatan mesin. Para pelaku IKM yang hadir memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki peralatan produksi mereka secara langsung tanpa harus datang ke workshop.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pelaku usaha yang hadir dan berkonsultasi mengenai kendala teknis yang dihadapi dalam proses produksi. Melalui layanan ini, diharapkan mesin produksi yang digunakan dapat kembali berfungsi optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha.
Salah satu peserta, Astry selaku perwakilan IKM, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan Sikeling yang hadir langsung di lokasi.
“Program Sikeling ini sangat bagus dan membantu kami sebagai pelaku IKM. Kami tidak perlu jauh-jauh membawa mesin ke tempat servis, cukup datang ke lokasi kegiatan, mesin kami sudah bisa diperiksa dan diperbaiki langsung oleh teknisi,” ungkap Astry.
Ia juga menambahkan bahwa layanan konsultasi yang diberikan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dalam merawat mesin agar lebih awet dan efisien dalam penggunaan.
“Selain diperbaiki, kami juga diberi arahan cara penggunaan dan perawatan mesin yang benar. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara rutin,” tambahnya.
Program Sikeling merupakan salah satu bentuk komitmen Pemda DIY dalam mendukung pengembangan IKM agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing. Dengan pendekatan jemput bola, layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai upaya peningkatan kualitas layanan publik serta penguatan sektor industri kecil dan menengah di daerah.
