Berita


Inovasi Pemanfaatan Sisa Material Kulit Menjadi Karya Seni Dekoratif

13 Agustus 2026 Berita

Dalam proses produksi produk kulit, sering kali terdapat potongan-potongan kulit yang tidak lagi digunakan karena ukuran atau bentuknya tidak sesuai untuk produk utama. Material tersebut umumnya dianggap sebagai sisa produksi, padahal masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai.
Di Ndalem Kulit Jogja BPTTG Disperindag Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui eksplorasi material, Puri Aliya Maharani menghadirkan inovasi dengan mengolah leather scraps menjadi dua karya seni dekoratif yang terinspirasi dari teknik stained glass. Karya tersebut mengangkat dua objek yang memiliki makna berbeda, yaitu bunga melati sebagai simbol kesucian dan keindahan, serta Komodo sebagai representasi kekayaan fauna khas Indonesia.
Berbeda dengan teknik stained glass yang menggunakan potongan kaca dan sambungan logam, karya ini memanfaatkan potongan-potongan kulit sisa produksi yang disusun menjadi komposisi menyerupai mozaik. Setiap potongan kulit dipilih dan disusun secara detail sehingga membentuk visual yang harmonis dan
memiliki karakter tersendiri.
Eksplorasi ini menunjukkan bahwa produk kulit tidak hanya terbatas pada tas, dompet, sepatu, maupun aksesori fesyen. Sisa material kulit juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan, seperti dekorasi dinding, karya seni, souvenir, maupun produk kreatif lainnya yang memiliki nilai estetika dan nilai jual.
Bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) kulit, pendekatan ini dapat menjadi inspirasi dalam memanfaatkan sisa material produksi secara lebih optimal. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan leather scraps juga dapat menciptakan peluang produk baru yang mampu meningkatkan nilai tambah usaha. Dengan kreativitas, keterampilan, dan keberanian untuk bereksperimen, material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi karya yang unik dan memiliki potensi pasar.
Melalui inovasi ini, diharapkan semakin banyak pelaku IKM kulit yang mulai melihat sisa material bukan sebagai limbah, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang mendukung prinsip keberlanjutan sekaligus memperluas peluang pengembangan industri kerajinan kulit di Indonesia.
Dokumentasi karya dapat dilihat melalui unggahan Instagram NKJ yang menampilkan hasil eksplorasi pemanfaatan leather scraps menjadi karya seni dekoratif.¹

¹ NKJ Jogja (@nkj.jogja), Instagram post,
https://www.instagram.com/p/Daw__WikQ8n/