Berita


Pengembangan Sentra IKM Produsen Produk Khas Jogja

09 Juli 2021 Berita

Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, diperlukan sinergi antara pelestarian budaya dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan akhir dari program pembangunan di segala bidang khususnya di Pemda DIY. Sinergisitas tersebut harus dilandaskan pada tiga nilai dasar atau semangat keistimewaan. Tiga nilai dasar keistimewaan tersebut adalah Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula lan Gusti. Dari ketiga nilai dasar tersebut satu nilai dasar yang memberi semangat dan melandasi upaya pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah Hamemayu Hayuning Bawana.

Salah satu makna dari Hamemayu Hayuning Bawono adalah konsep harmoni, keselamatan, kelestarian lingkungan, sosial budaya, ekonomi, mikro-makro kosmos. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan sektor industri dan perdagangan yang merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah salah satu perwujudan dari konsep Hamemayu Hayuning Bawono.

Sentra IKM merupakan sekumpulan home industry dengan produk yang sejenis di suatu lokasi tertentu. Menurut buku Daftar Sentra IKM Tahun 2019, setidaknya terdapat 320 sentra di DIY. Sentra-sentra tersebut terdiri dari sentra industry pangan, sentra industry sandang dan kulit, sentra industry Kimia dan bahan Bangunan, sentra industry Logam dan Elektronika, serta sentra industry Kerajinan yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota. Sebagian besar sentra-sentra tersebut memproduksi produk-produk khas Jogja (produk yang bertalian dengan budaya Jogja).

Sentra-sentra IKM DIY khususnya yang menghasilkan produk-produk khas jogja yang bertalian dengan budaya Jogja telah banyak dikembangkan. Berbagai program pembinaan telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Komoditi yang dihasilkan oleh sentra-sentra tersebut diantaranya adalah kerajinan, batik, gamelan, keris, topeng, biofarmaka dan lain-lain.

Pembinaan terhadap sentra-sentra tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta diantaranya dengan menggunakan dana keistimewaan. Pembinaan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan berbagai bentuk pembinaan diantaranya pelatihan, pameran, sosialisasi, fasilitasi, bantuan peralatan, pendampingan dan lain-lain.

Pembinaan terhadap sentra IKM penghasil gamelan, secara khusus Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menciptakan teknologi produksi gamelan dengan menggunakan moulding. Melalui teknologi ini diharapkan dapat dilakukan produksi gamelan secara masal, sehingga kebutuhan akan gamelan untuk pelestarian budaya gamelan akan terwujud.