Berita


Arah Kebijakan Pengembangan Perdagangan 2023

24 Desember 2021 Berita

Peningkatan pemasaran produk DIY melalui fasilitasi promosi, penguatan kapasitas pelaku usaha poerdagangan, dan Pengembangan FTA Center DIY. Hal ini dilakukan untuk menjawab permasalahan melemahnya modal usaha pelaku usaha yang berakibat proses promosi dan pemasaran produk pelaku usaha sektor industri tidak dapat dilaksanakan karena biaya promosi dan pemasaran tidak dapat dipenuhi.

Stabilisasi harga dan stock bapokting melaui pemantauan harga dan stock bapokting dan operasi pasar penting untuk dilakukan. Peningkatan perlindungan konsumen melalui pengawasan barang dan jasa beredar, sosialisasi, dan optimalisasi peran BPSK harus dilakukan untuk menjawab permasalahan terkait perlindungan konsumen yang mana tingkat Pemberdayaan konsumen masih rendah, dalam memperjuangkan dan memperoleh hak-haknya, dan tingkat kepatuhan pelaku usaha UMKM terkait keamanan produk masih rendah.

Peningkatan hasil perjanjian perdagangan dalam bentuk peningkatan pemanfaatan Surat Keterangan Asal juga hal yang dapat dilakukan mengingat bahwa sudah ada 11 perjanjian PTA/FTA/CEPA yang sudah dilaksanakan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal di daerah.

Peningkatan kemampuan dan ketrampilan IKM melalui pelatihan dan pendampingan. kurang lebih 97.000 pelaku industri dengan berbagai aneka produk yang kreatif, inovalif dan berkualitas, yang memiliki peluang untuk masuk pasar global agar dapat mengakses pasar ekspor.

Forum Komunikasi dan Konsultasi Ekspor dan Impor DIY sudah terbentuk. Optimalisasi peran forum ini perlu dilakukan untuk meningkatkan ekspor melalui sinergitas antar instansi dan antar sektor. Perlu peningkatan kinerja pelayanan konsultasi ekspor impor melalui website jbsc.jogjaprov.go.id, agar kendala ekspor bisa teratasi dengan baik.

Perlu dilaksanakan kemitraan antara pelaku usaha kecil dengan pelaku usaha besar untuk menaikkan daya saing UKM. Dalam rangka peningkatan ekspor DIY, kemitraan ini perlu didorong dan difasilitasi.

Kebijakan yang mengupayakan kemudahan pengiriman barang bagi pelaku ekspor penting untuk dilakukan. Berdasarkan data Freight International Januari 2021, akibat pandemi covid19 terjadi permasalahan Kelangkaan dan mahalnya tarif pengiriman barang ekspor hingga 4 kali lipat dari harga sebelum pandemi, yang berakibat menghambat ekspor dan menurunnya daya saing di tingkat global terutama untuk pelaku ekspor menengah dan kecil. Dengan kebijakan tersebut diatas, diharapkan permasalahan yang terkait pengiriman dapat teratasi.