Berita
Dorong Desa Naik Kelas ke Pasar Global, Disperindag DIY dan Kemendag Gelar FGD Desa BISA Ekspor
Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) program Desa BISA Ekspor pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mendorong penguatan kapasitas desa dan para aparaturnya agar mampu membawa potensi produk unggulan daerah menembus pasar internasional.
Program Desa BISA Ekspor sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur dalam memetakan serta mendampingi potensi ekspor berbasis perdesaan.
Agenda strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY bersama Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan Kemendag RI. Forum FGD turut dihadiri oleh jajaran Dinas Perdagangan dari seluruh Kabupaten/Kota se-DIY serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMK Kalipencapil) DIY.
Penyelenggaraan FGD ini menjadi pijakan penting dalam merumuskan strategi pendampingan ekspor di tingkat wilayah, yang meliputi:
Pemetaan & Identifikasi: Memetakan kondisi terkini serta mengidentifikasi kesenjangan kompetensi aparatur pendamping di daerah.
Rumusan Pengembangan: Menyusun kebutuhan program pengembangan kompetensi yang tepat sasaran bagi para pengelola dan aparatur desa.
Penguatan Sinergi: Mempererat kolaborasi lintas instansi antara pemerintah pusat, daerah, hingga tingkat kalurahan/desa.
Melalui aparatur yang makin kompeten dan sinergi antarinstansi yang kian solid, komoditas serta produk unggulan desa di wilayah DIY diharapkan dapat ditingkatkan kualitasnya sehingga siap bersaing secara global.
Langkah kolaboratif ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi. Dari desa, untuk pasar dunia!