Berita
Perkuat Daya Tahan Industri Pengolahan Lokal, Disperindag DIY Lakukan Kunjungan Industri
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong penguatan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya pada industri pengolahan, melalui pendekatan berbasis lapangan. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui kunjungan industri ke UD. Super Dangsul dan CV. Dewi Makmur sebagai representasi pelaku industri pangan olahan dan minuman herbal di DIY. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem industri yang adaptif dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, seringkali disebut sebagai era uncertainty atau ketidakpastian. Dalam perspektif ilmiah, kondisi ini ditandai dengan volatilitas pasar, disrupsi rantai pasok (supply chain disruption), serta perubahan preferensi konsumen yang berlangsung secara cepat dan non-linear.
Kunjungan ke UD. Super Dangsul, rombongan diterima langsung oleh owner, Musya Syahrul. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan observasi terhadap proses produksi tempe yang mengedepankan prinsip fermentasi berbasis mikrobiologi terkontrol, sebagai salah satu bentuk industri pengolahan pangan tradisional yang telah bertransformasi secara bertahap menuju sistem produksi yang lebih higienis dan efisien. Diskusi juga menyoroti tantangan klasik seperti fluktuasi harga bahan baku kedelai serta kebutuhan peningkatan kapasitas produksi. Sementara itu, kunjungan ke CV. Dewi Makmur diterima oleh owner, Herdiana Dewi Utari. Perusahaan ini bergerak di bidang minuman herbal yang saat ini tengah bertransformasi mengikuti tren wellness industry. Strategi yang dikembangkan meliputi diversifikasi produk, inovasi kemasan berbasis consumer behavior, serta penguatan branding untuk mendorong minuman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat (healthy lifestyle).
Dalam konteks kearifan lokal, dinamika perkembangan industri ini juga sejalan dengan falsafah Jawa “urip iku urup”, yang mengandung makna bahwa kehidupan termasuk dalam aktivitas industri harus mampu memberi manfaat dan nilai bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, semangat “alon-alon waton kelakon” mencerminkan pentingnya proses yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan dalam membangun industri yang kokoh di tengah ketidakpastian. Nilai-nilai ini menjadi relevan dalam mendorong pelaku IKM untuk tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan dan kemanfaatan sosial.
Dari kedua kunjungan tersebut, terlihat bahwa keberlanjutan industri pengolahan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan adaptif terhadap perubahan. Pendekatan agile industry, peningkatan kualitas berbasis standar, serta integrasi teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing IKM di tengah lanskap ekonomi yang dinamis. Melalui kegiatan ini, Perindag DIY berharap dapat terus mendorong transformasi IKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan, serta mampu menjadi pilar penting dalam penguatan struktur industri daerah yang tangguh dan inklusif.