Berita
Disperindag DIY Dorong Pelaku UKM Sentra Bambu Dlingko Tembus Pasar Ekspor melalui Pelatihan EKspor
BANTUL – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Ekspor Kawasan Karst bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di kawasan Sentra Bambu Karya Teguh, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan pelaku IKM dalam mengembangkan produk serta memperluas jangkauan pemasaran ke pasar internasional. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dengan materi yang mencakup berbagai aspek perdagangan internasional, mulai dari pemahaman dasar ekspor, identifikasi potensi produk, pengenalan pasar internasional, hingga strategi pemasaran ekspor. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami tahapan ekspor dan mengidentifikasi peluang pengembangan produk bambu agar dapat bersaing di pasar global. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pemahaman dasar ekspor, kewirausahaan ekspor, identifikasi potensi produk ekspor, serta pengetahuan pasar internasional. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai prosedur dan regulasi ekspor, karakteristik wirausaha ekspor, keunggulan produk, kapasitas produksi, serta peluang dan tantangan dalam memasuki pasar luar negeri. Selanjutnya, pada hari kedua, pelatihan berfokus pada strategi pemasaran ekspor, kesiapan produk, dan administrasi dokumen ekspor. Peserta mempelajari riset dan pemilihan pasar tujuan, segmentasi konsumen, penentuan posisi produk, strategi harga, distribusi, branding, serta promosi digital. Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya standar kualitas, standardisasi, sertifikasi, kemasan, pelabelan, dan kontinuitas pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Pada hari ketiga, peserta dibekali pengetahuan teknis pengiriman barang ekspor, termasuk pemilihan moda transportasi, jasa logistik, persiapan barang dan kemasan, serta dokumen pengiriman. Materi dilanjutkan dengan strategi dan teknik negosiasi serta penyusunan kontrak penjualan ekspor. Pembekalan ini diharapkan membantu pelaku IKM memahami proses transaksi dengan calon pembeli atau buyer dari luar negeri secara lebih sistematis. Memasuki hari keempat, pelatihan membahas pemanfaatan digitalisasi untuk mendukung kegiatan ekspor. Peserta diperkenalkan dengan berbagai platform digital, marketplace internasional, pemasaran digital, serta pengelolaan dokumen dan transaksi secara digital. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan katalog produk, profil perusahaan (company profile), serta pemanfaatan media sosial dan website sebagai sarana promosi dan pengembangan pasar. Melalui pelatihan ini, Disperindag DIY berupaya mendorong pelaku IKM di kawasan Sentra Bambu Dlingo agar semakin siap menghadapi persaingan pasar global. Peningkatan pemahaman mengenai kualitas produk, strategi pemasaran, administrasi, logistik, dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha serta memperluas akses pasar internasional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan daya saing produk unggulan daerah, pengembangan kapasitas pelaku IKM, dan peningkatan kesiapan usaha dalam memasuki perdagangan internasional.