Berita
Kunjungan Kerja ke Bantul, Komisi B DPRD DIY Dorong Solusi Ketersediaan Bahan Baku Industri Lokal
BANTUL – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan peninjauan lapangan ke Pabrik Mie Lethek Asli Bendo Cap Garuda di Trimurti, Srandakan, Kabupaten Bantul, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kunjungan kerja ini berfokus untuk menyerap aspirasi pelaku usaha kuliner legendaris yang tengah menghadapi kendala kelangkaan bahan baku singkong.
Pabrik Mie Lethek Asli Bendo Cap Garuda merupakan salah satu unit usaha yang konsisten melestarikan budaya lokal secara turun-temurun sejak berdiri pada tahun 1940. Hingga saat ini, proses produksi mi legendaris tersebut masih mempertahankan cara tradisional yang autentik, yakni memanfaatkan tenaga tiga ekor sapi secara bergantian untuk menggerakkan alat penggilingan silinder batu berukuran besar.
Kendati mampu bertahan lebih dari delapan dekade, eksistensi industri rumahan ini dibayangi keterbatasan suplai bahan baku. Pengelola pabrik mengungkapkan bahwa saat ini kapasitas produksi mereka membutuhkan sedikitnya 9 ton singkong per bulan. Namun, jumlah tersebut kerap tidak terpenuhi akibat minimnya pasokan. Menanggapi situasi ini, pelaku usaha memberikan masukan konkret agar Pemerintah Daerah DIY dapat memperluas lahan pertanian singkong di wilayahnya guna menjamin stabilitas produksi.
Dalam peninjauan tersebut, jajaran Komisi B DPRD DIY hadir didampingi oleh perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian Kabupaten Bantul.
Saat ini, jangkauan pasar pemasaran produk Mie Lethek Bendo Cap Garuda masih berfokus pada penjualan lokal di wilayah DIY dan sekitarnya. Melalui kunjungan kerja ini, DPRD DIY bersama dinas teknis terkait berkomitmen untuk mencari solusi atas ketersediaan lahan singkong agar kuliner warisan budaya ini tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh.