Artikel


RENCANA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH [RPKD] UNTUK PERCEPATAN PENGHAPUSAN KEMISKINAN EKSTREM DIY

27 Januari 2023 Artikel

Pandemi Covid-19 telah merusak berbagai aspek di kehidupan manusia. Disamping merupakan permasalahan kesehatan, adanya Pandemi Covid-19 berdampak pada kenaikan harga komoditas, pengangguran, dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Menurut laporan Bank Dunia, pada tahun 2021 Pandemi Covid-19 mengakibatkan menyebabkan jumlah pendusuk miskin ekstrem dunia sekitar 97 juta penduduk dan menyebabkan kenaikan persentase penduduk miskin dunia dari 7,8% menjadi 9,1% (Worldbank, 2021). Pandemi Covis-19 juga berdampak pada meningkatnya kemiskinan anak multidimensional. Diperkirakan pada tahun 2020, kemiskinan anak multidimensional mencapai 1,2 miliar anak dan. Angka tersebut diperkirakan bertambah 100 juta anak di tahun 2021 (Unicef, 2021).

Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah D.I. Yogyakarta. Setelah menunjukkan adanya penurunan kemiskinan yang konsisten selama beberapa tahun belakangan ini, tingkat kemiskinan kembali meningkat akibat pandemi COVID-19. Pembatasan mobilitas penduduk dan kegiatan ekonomi masyarakat sebagai upaya menghambat penyebaran Covid-19 berdampak pada melemahnya kegiatan ekonomi. Pada gilirannya kondisi tersebut berakibat pada bertambahnya jumlah penduduk miskin di D.I. Yogyakarta (BPS, 2022).

            Berdasarkan pengarahan Presiden terkait penggunaan data P3KE kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan badan usaha milik negara (BUMN), panglima komando daerah militer (pangdam), kepala kepolisian daerah (kapolda), dan kepala kejaksaan tinggi (kajati), di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/09/2022). Beliau menyampaikan bahwa “pusat dan daerah bareng-bareng menuju ke sasaran yang kita tuju, lingkungannya digarap, air bersihnya digarap, bareng-bareng, urusan income/pendapatan semuanya digarap bareng-bareng. Data terkait kemiskinan ekstrem (Data P3KE) sudah ada dan jelas hingga berdasarkan nama dan alamat atau by name, by address sehingga berbagai program penghapusan kemiskinan ekstrem dapat diarahkan kepada sasaran yang tepat.“Ini sasarannya ada kok, jelas nama dan alamat, bansos [bantuan sosial] ke sana arahkan, terhadap perbaikan rumah-rumah kumuh arahkan juga kesana,”

            Sejalan dengan hal tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY yang membidangi perindustrian dan perdagangan harus berperan aktif dalam penanggulangan kemiskinan melalui program kegiatan yang sesuai dengan tupoksinya. Terdapat tiga kerangka utama penghapusan kemiskinan ekstrim yaitu menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan. Menurunkan beban pengeluaran salah satu langkahnya dengan bantuan sosial dan subsidi, sejauh ini Disperindag DIY telah melakukan langkah tersebut melalui kegiatan operasi pasar dan program hibah peralatan bagi pelaku industri dan perdagangan. Meningkatkan pendapatan salah satu langkahnya dengan pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi lokal sejauh ini Disperindag DIY telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM di beberapa lokus kantong kemiskinan di DIY. Selanjutnya meminimalkan wilayah kantong kemiskinan salah satu langkahnya dengan meningkatkan akses terhadap layanan dasar dan meningkatkan konektifitas antar wilayah sampai saat ini Disperindag DIY telah menyediakan layanan berbasis website dan aplikasi sehingga akses layanan dapat dilakukan dari rumah dan tidak ada batasan wilayahnya.