Berita
BPTI Gelar Edukasi Perawatan Mesin melalui SIKELING SEKTI di SMKN 1 Pandak
Bantul,— Balai Pengembangan Teknologi Industri (BPTI) Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY melaksanakan kegiatan SIKELING SEKTI (Servis Keliling untuk Sekolah Kejuruan dan Industri) di SMKN 1 Pandak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pendidikan vokasi, dan dunia industri melalui pengenalan teknologi tepat guna secara langsung kepada peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, Tim SIKELING SEKTI memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan mesin kepada siswa SMKN 1 Pandak. Materi disampaikan secara aplikatif dengan mengenalkan pentingnya perawatan mesin, pemeriksaan kondisi komponen, penggunaan mesin secara tepat, serta langkah-langkah sederhana untuk menjaga mesin tetap berfungsi dengan baik.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai permasalahan mesin yang ditemui di dunia usaha dan industri serta bagaimana langkah pemeriksaan dan penanganannya.
SIKELING SEKTI sendiri merupakan pengembangan dari layanan SIKELING yang mengintegrasikan pelayanan teknis dengan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah kejuruan. Melalui pendekatan tersebut, BPTI berupaya mendekatkan pengetahuan dan layanan teknologi tepat guna kepada siswa sekaligus memperkenalkan kebutuhan teknis yang dihadapi pelaku IKM.
SMKN 1 Pandak berperan sebagai mitra pendidikan vokasi dalam pelaksanaan kegiatan, dengan melibatkan siswa dalam proses pengamatan dan pembelajaran. Sementara itu, BPTI memberikan dukungan melalui edukasi, konsultasi teknologi tepat guna, serta transfer pengetahuan terkait pemeriksaan dan perawatan mesin.
Kegiatan SIKELING SEKTI di SMKN 1 Pandak diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam merawat serta menggunakan mesin secara tepat. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri, sehingga pembelajaran yang diperoleh siswa semakin kontekstual dan aplikatif.