Berita
Klinik Pengembangan Usaha Kecil: Mengukur Biaya Usaha Lebih Tepat dan Mudah dengan Time-Driven Activ
Sebagai pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bapak/Ibu tentu ingin usahanya makin berkembang dan untung besar. Namun, pernahkah merasa produk sudah laku keras, tetapi uang simpanan usaha tetap terasa tipis? Atau bingung menentukan harga jual yang pas agar tidak kemahalan tetapi juga tidak rugi?
Masalah ini sering timbul karena perhitungan biaya operasional (seperti listrik, tenaga kerja, kemasan, hingga pengiriman) yang kurang tepat. Di dalam ilmu akuntansi manajemen, ada satu cara modern, akurat, tetapi sangat sederhana untuk dihitung oleh pemilik usaha, yaitu Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC).
Apa Itu TDABC?
TDABC adalah cara menghitung biaya produksi dan operasional usaha berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Cara lama sering membagi biaya operasional secara rata saja ke semua produk. Padahal, setiap produk butuh waktu dan kerumitan yang berbeda. TDABC memperbaiki hal tersebut dengan rumus dasar yang sangat simpel:
Mengapa TDABC Cocok untuk IKM DIY?
Banyak IKM di DIY—seperti kerajinan batik, olahan makanan kuliner, hingga mebel—menghadapi kendala saat mencatat biaya yang rumit. TDABC memberikan manfaat langsung:
Sangat Mudah Dijalankan: Bapak/Ibu tidak perlu rumus akuntansi yang rumit, cukup berpatokan pada stopwatch atau jam tangan untuk mengukur waktu.
Mengetahui Biaya Asli Produk: Produk yang pembuatannya rumit dan lama akan ketahuan biaya aslinya, sehingga harga jual tidak patungan rugi.
Menemukan Waktu Terbuang: Bapak/Ibu bisa melihat proses mana yang memakan waktu terlalu lama atau pekerja yang sedang menganggur.