Berita


Kunjungan Monitoring Penggunaan Peralatan Hibah pada IKM Kerajinan Bambu

04 November 2026 Berita

Bantul - Disperindag DIY melaksanakan kunjungan dalam rangka monitoring penggunaan peralatan hibah tahun 2026 di Kelompok IKM Kerajinan Bambu Muntuk, Dlingo, Bantul pada hari Rabu, 4 November 2026. Kunjungan ini untuk melihat dan mendengarkan tanggapan/masukan dari IKM Kerajinan Bambu atas hibah peralatan/mesin yang diberikan pada pertengahan tahun 2026 ini melalui Dana Keistimewaan DIY urusan Tata Ruang sub kegiatan Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Karst Gunung Sewu dengan aktivitas Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Produksi melalui Hibah Peralatan.


Semua peralatan yang dihibahkan sudah digunakan oleh para anggota kelompok untuk memproduksi berbagai jenis produk kerajinan bambu. Sebagian besar peralatan berfungsi dengan baik, namun ada beberapa yang perlu perbaikan karena trouble atau kurang pas sehingga sedang diperbaiki oleh penyedia karena masih dalam masa garansi, contohnya mesin kompresor ada 1 yang sedang diperbaiki penyedia, kemudian mesin irat perlu pisau yang lebih sesuai agar hasil iratannya bisa lebih tipis. Untuk peralatan lainnya sudah berfungsi dengan baik, contohnya genset sudah digunakan ketika listrik PLN mati dengan alokasi utama untuk menghidupkan peralatan-peralatan produksi walaupun perajin harus menyiapkan bahan bakar yang cukup, baik berupa bensin atau solar sesuai kebutuhan mesin gensetnya. Wilayah Dlingo ini terletak di perbukitan yang kadang-kadang mati lampu terutama saat musim penghujan sehingga keberadaan genset dinilai cukup membantu operasional produksi. Kompresor juga sudah digunakan untuk pewarnaan produk dengan baik. Peralatan yang kecil-kecil seperti mesin bor, gerinda, pasah, gergaji, pangot, dll didistribusikan ke rumah masing-masing anggota kelompok yang mana kebanyakan perajin memproduksi kerajinan bambu dari rumahnya masing-masing namun masih dalam koordinasi kelompok.


Saat kunjungan ini dilakukan, semua IKM sedang mempersiapkan produknya untuk mengikuti pameran di Malioboro, ada juga yang sedang berlatih pemasaran ekspor. Dengan peralatan baru yang diberikan ini, perajin dapat membuat produk yang lebih bagus, halus dan lebih berkualitas sehingga siap dipromosikan ke pasar yang lebih luas. Selain laporan berupa tertulis, perajin juga sering menginfokan aktivitas kelompok melalui WA kepada Dinas baik itu berupa pertemuan rutin kelompok atau proses produksi bersama untuk mengerjakan pesanan konsumen. Dengan kunjungan ini dapat memotivasi kelompok perajin untuk lebih produktif, mengembangkan usahanya bahkan menambah tenaga kerja dari tetangga sekitarnya dan ada juga yang dari daerah lain untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin besar.